Jumat, 26 Maret 2010

Mahasiswa, rokok, dan kopi


Semenjak saya duduk dibangku kuliah (sekitar 4 tahun yang lalu), saya mulai akrab dengan yang namanya rokok dan kopi. Teman-teman seprofesi saya (mahasiswa) identik dengan lintingan cengkeh dan tembakau serta kopi hangat. Apa hubungan mahasiswa, rokok, dan kopi??


Dari hasil pengamatan saya, saya menemukan bahwa kebanyakan mahasiswa memilih mengerjakan tugas dan melakukan diskusi/dialog kemahasiswaan ditemani dengan rokok dan kopi. Hampir semua teman-teman saya menjawab ‘otak saya tidak bisa encer kalau tidak menghisap rokok.” Saya sempat heran dan bingung ketika mendengar jawaban mayoritas tersebut. hal itu diperkuat dengan pengamatan saya kepada teman kecil saya yang sekarang sedang menulis dan merancang skripsinya. Ia memilih untuk tidak tinggal dirumah dan mengerjakan skripsinya dan memilih tinggal di kost-kostan temannya, karena menurutnya, otaknya tidak bisa berfikir kalau tidak menghisap rokok.
Ketika saya masih menjadi staff di lembaga kemahasiswaan pun demikian. Ketika ada dialog kemahasiswaan, setiap pemateri yang berstatus alumni selalu membawa sebungkus rokok dan segelas kopi ketika mereka sedang membawakan materi. Ketika rokoknya habis, ia bergegas membakar rokok lagi dan mengatakan, ‘maaf kalau saya merokok disini, ini saya lakukan untuk menghilangkan rasa nervous saya dan agar otak saya encer.” Emang ada hubungannya???
Menurut saya ada. Karena saya juga sempat mempraktekkan hal tersebut. ketika membuka lembaran buku dan membacanya dan ketika tangan saya menggenggam pulpen untuk digoreskan di kertas, terasa sangat hambar tanpa kepulan asap rokok. Dan memang saya merasakan bahwa otak saya bekerja lebih cepat ketika saya menghisap rokok. Apakah itu hanya sugesti atau memang fakta, saya sendiri kurang tahu. Artikel ini saya posting murni dengan tujuan hanya untuk berbagi, dan bukan untuk dicoba. Kalau bukan perokok tolong jangan coba-coba. Hehehe…
Bagaimana dengan anda???apakah anda merasakan hal yang sama???
Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

4 komentar: on "Mahasiswa, rokok, dan kopi"

ina mengatakan...

hemmm.... klo dah biasa ngrokok ya bgtu kag :D
hehehehehe... :D

mimien's world mengatakan...

hahaha...intinya rokok tidak mengubah apa2...hanya membawa pengaruh negatif saja...jadi jangan dicoba...kalo dah terlanjur yaa dihentikan...

Mizan mengatakan...

rokok bisa membawa pengaruh positif, ya itu bagi org2 yg bisa merasakannya, ya seperti contoh2 yg ente kasi gan.. Intinya emang sugesti, tapi ga masalah kan! yg penting targetnya tercapai...
yg memprihatinkan skarang itu kalo rokok ama kopinya ampe over... emangnya bisa aktif ngerokok tapi ga berlebihan?? hehe.. ga ada yg ga mungkin sih. Contohnya kayak miras yg jelas2 dikatakan haram.. klo mionumnya segelas sehari sbelum tidur dapat meningkatkan kesehatan ko.. tapi nyatanya banyak kasus ttg kebiasaan minum segelas sehari malah berlanjut jadi sebotol.. =P .. ya dari pada dapetin hasil yg meragukan, mendingan jangan dilakukan kan!! =)

mimien's world mengatakan...

mungkin benar bahwa itu hanyalah sugesti saja...dan memang tidak ada salahnya..kalau dengan itu mereka menganggap bahwa dirinya bisa menjadi lebih baik...ya kenapa tidak...

Posting Komentar

komentar anda akan dimoderasi terlebih dahulu...

thanks for comment...