Selasa, 06 April 2010

hukuman mati bagi koruptor

Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto menyatakan partainya setuju hukuman mati diberlakukan bagi para koruptor pajak. Namun, hal itu dilakukan setelah ada pembenahan sistem dan restrukturisasi institusi pajak. "Soal hukuman mati bagi koruptor pajak kita setuju, namun sebelum hukuman mati itu diberlakukan institusi pajak harus di restrukturisasi dulu," kata Setya Novanto di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/4).

Menurut Setya Novanto, hukuman mati tak bisa serta merta diberlakukan tanpa membenahi dan merestrukturisasi terlebih dahulu. Ia menjelaskan perlunya pemisahan Direktorat Jenderal Pajak dari Kementerian Keuangan. "Ditjen Pajak harus dipisahkan dahulu dari Kemenkeu," ucap Setya. "Sistemnya diperbaiki, UU-nya diperbaiki, dan dimasukkan pasal tentang hukuman mati ini."

Selama ini Ditjen Pajak dan Kemenkeu menyatu sehingga, kata Setya Novanto, terjadi kerancuan dan secara sistem tidak bisa berjalan. Ia menegaskan, munculnya kasus penggelapan pajak Gayus Halomoan Tambunan bisa menjadi momentum untuk membenahi dan merestrukturisasi total bidang perpajakan.

Artikel diatas adalah sebuah tulisan yang saya kutip dari www.yahoo.com 
Menurut saya, itu adalah hukuman yang terbaik bagi para pencuri & perampok kelas berat. bisa kita bandingkan perbedaan ekspresi wajah antara koruptor dan maling pada gambar dibawah ini.
Sangat tidak etis ketika seorang maling kelas teri bisa sampai babak belur. Sedangkan maling kelas bantam bisa tersenyum saja seolah-olah tidak ada masalah. Saya merasa ada pendiskriminasian disini. Hukuman pencuri jemuran yang seharga Rp. 20.000 bisa lebih berat dibandingkan hukuman pencuri bermilyar-milyar rupiah. Sebenarnya yang salah apanya???
Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

2 komentar: on "hukuman mati bagi koruptor"

Rinda mengatakan...

iaa g setuju bangettt..deuhh itu bu artha pose benget yaa difotonya...jd pgn tw keadaanya gmn skrg abis pndh dr hotelnya ^_^

mimien's world mengatakan...

mungkin sudah pindah ke hotel yang lain...atau mungkin juga sudah bebas...kan koruptor punya banyak uang...dan di negara ini, uang adalah segalanya...

Posting Komentar

komentar anda akan dimoderasi terlebih dahulu...

thanks for comment...