Kamis, 04 Maret 2010

POLISI VS HMI

Kamis kemarin (4 Maret 2010) adalah hari yang mencekam sekaligus hari yang sangat-sangat menyedihkan. Betapa tidak, polisi yang notabene berdiri untuk mengayomi masyarakat malah bertindak berbalik arah 180 derajat.  Mereka malah menunjukkan arogansinya dengan melakukan tindakan yang sangat-sangat tidak terpuji.


Postingan kali ini akan berbeda dengan pemberitaan-pemberitaan yang ada yang bisa anda lihat di koran maupun media eletronik (televisi & radio). Media massa memberitakan bahwa Polisi dibantu masyarakat menyerang mahasiswa dalam bentrokan (kamis 4 Maret 2010). Namun dalam kenyataannya tidak demikian. Saya mempertanyakan masyarakat yang dimaksud. Saya berani berkata demikian karena saya ada pada saat kejadian itu berlangsung. Dalam insiden tersebut saya melihat segerombolan preman. Segerombolan preman yang saya lihat tersebut adalah tetangga-tetangga saya di kompleks tempat saya tinggal.Anehnya, mengapa preman-preman tersebut bisa ada pada saat kejadian dan mengapa mereka bisa terlibat dalam insiden itu sedangkan jarak antara kompleks tempat tinggal saya relatif jauh dari TKP. 

Demonstrasi mahasiswa HMI yang dilakukan di jalan Sultan Alauddin Makassar itu dipicu oleh pengrusakan yang dilakukan oleh oknum aparat (polisi) yang berpakaian bebas. Mereka merusak sekretariat HMI di jalan bontolempangan Makassar. melempari kaca, dan merusak kendaraan yang terparkir di halama sekretariat tersebut. Bahkan simbol negara kita yang seharusnya berkibar di ujung tiang itu di robek. Negara ini negara apa????????

Saya adalah seorang mahasiswa yang sering ikut dalam demonstrasi di kota Makassar. Dalam setiap demonstrasi yang rusuh selalu ada INTEL (polisi berpakaian preman). INTEL itulah yang sebenarnya selalu membuat onar dan menjadi penyusup dalam setiap aksi-aksi yang diadakan. Mereka berpakaian preman dan berambut gondrong sehingga tidak tampak bahwa mereka adalah aparat kepolisian. Ketika mahasiswa melakukan orasi, mereka ikut masuk dalam konsentrasi massa sehingga membuat mahasiswa geram, dan ketika kejengkelan mahasiswa sudah memuncak, mereka tanpa ragu untuk melakukan kekerasan seperti pemukulan. Itulah yang mengakibatkan seringnya terjadi kerusuhan. Ketika aksi demonstrasi itu sudah kacau, media selalu saja memberitakan bahwa mahasiswa adalah biangnya. Padahal hal yang terjadi tidak demikian.

 



Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

1 komentar: on "POLISI VS HMI"

Bisnis Di Rumah mengatakan...

Kerusuhan dalam berdemo memang sudah sangat lazim terjadi di negara demokrasi seperti Negara kita Indonesia ini...
tapi apakah layak jika setiap melaksanakan unjuk rasa atau Demo harus diakhiri dengan kerusuhan atau tindakan anarkis dari para peserta unjuk rasa?

para pendemo memang ingin memberikan aspirasinya agar dapat didengar langsung, tetapi apakah harus dengan kerusuhan dan tindakan anarki?

tindakan anarki yang terjadi di makasar dipicu oleh tindakan Polisi yang menyerang markas HMI, mungkin tindakan Polisi ini didasarkan oleh tindakan para peserta demo yang mayoritas anak2 HMI.

semoga saja para peserta demonstrasi bisa bersikap dewasa dalam mengeluarkan aspirasinya, dan para Personil Keamanan bisa dengan Bijak dan sabar dalam mengawal para peserta unjuk rasa berikutnya...

salam kenal :D

Bisnis Oriflame Online

Posting Komentar

komentar anda akan dimoderasi terlebih dahulu...

thanks for comment...